Trafo / Transformator Rumus Perhitungan dan Contohnya

 

Transformator adalah sebuah perangkat elektronika yang berfungsi untuk menaikan atau menurunkan tegangan dalam suatu rangkaian listrik. Berikut adalah rumus-rumus yang digunakan dalam transformator, 


Rumus Trafo

Prinsip kerja transformator ini adalah memanfaatkan perubahan fluks magnetik. Berdasarkan teori Hukum Faraday, yaitu tegangan output bergantung pada jumlah lilitan dan laju perubahan fluks medan magnet. Pada hukum Kirchoff juga memberitahukan bahwa ggl induksi persis sama dengan input voltase. Sehingga, didapatkan persamaan transformator sebagai berikut: 


Vp/Vs = Np/Ns 

 

Dimana,

Vp: tegangan kumparan primer 

Vs: tegangan kumparan sekunder 

Np: jumlah lilitan kumparan primer 

Ns: jumlah lilitan kumparan sekunder Persamaan transformator menggambarkan hubungan tegangan dan jumlah lilitan pada trafo.



Trafo2

Rumus Arus

Dari persaman transformator di atas, kita dapat menentukan rumus arus yang mengalir pada trafo. Jika tegangan naik maka arus akan turun dan jika tegangan berkurang maka arus akan meningkat, atau arus pada transformator ini berbanding terbalik dengan tegangannya Sehingga, persamaan transformasinya menjadi: 


Vp/Vs = Np/Ns = Is/Ip 


 

Dimana,

Is: arus sekunder 

Ip: arus primer 


Yang perlu diingat, adalah bahwa trafo step up menaikkan tegangan dan menurunkan arus. Sehingga, arus sekunder trafo step up akan selalu lebih kecil dari arus primernya (Is < Ip) . Adapun, trafo step down menurunkan tegangan dan menaikkan arus. Sehingga, arus sekunder trafo step down akan selalu lebih besar dari arus primernya (Is > Ip).



Rumus mencari arus sekunder pada trafo 

Dari persamaan di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa rumus mencari arus sekunder pada trafo adalah: 


Is = (Vp/Vs) x Ip Atau, 


jika yang diketahui jumlah lilitannya maka rumus arus sekunder trafo menjadi: 


Is = (Np/Ns) x Ip


 


Rumus mencari arus primer pada trafo 

Selain mencari arus sekunder, kita juga dapat mencari arus primer berdasarkan persamaan transformasi.

Berikut adalah rumus arus primer pada trafo: 


Ip = (Vs/Vp) x Is Atau, 

 


jika diketahui jumlah lilitannya maka rumus arus primer trafo menjadi: 


Ip = (Ns/Np) x Is



Rumus mencari tegangan trafo 


Rumus mencari tegangan trafo step up dan trafo step down didapatkan dari persamaan transformator yang sama. Bedanya, pada trafo step up tegangan sekunder akan selalu lebih besar dari tegangan primer. Adapun, tegangan sekunder trafo step down akan selalu lebih kecil dari tegangan primernya.



Rumus mencari tegangan sekunder trafo 


Vs = (Ns/Np) x Vp Atau, 

 

jika diketahui arusnya maka rumus mencari tegangan sekunder trafo menjadi: 


Vs = (Ip/Is) x Vp 



Rumus mencari tegangan primer trafo 


Vp = (Np/Ns) x Vs Atau 

 

jika diketahui arusnya maka rumus mencari tegangan primer trafo menjadi: 


Vp = (Is/Ip) x Vs





0

Rangkaian timer / pewaktu dengan ic NE 555

 

IC NE 555 ini adalah komponen elektronika yang berfungsi sebagai IC Clock, perangkat ini seringkali digunakan sebagai timer rangkaian ataupun Trigger sinyal clock suatu rangkaian elektronika.


Pada artikel kali ini kita akan membahas tentang Rangkaian timer dengan ic ne 555. Rangkaian timer ini pada dasarnya adalah Rangkaian Monostable Multivibrator dimana waktu delay LED menyala akan tetap stabil (sama terus sepanjang waktu) dan dapat ditentukan dengan rumus :


Td = 1,1 RC


Keterangan :

Td : Time Delay (Sekon)

R  : Resistor (Ohm)

C  : Capacitor (Farad)


Sementara itu ada juga rangkaian ic ne 555 bernama Astable Multivibrator dimana waktu delay LED menyala tidak dapat ditentukan dan terjadi secara acak. Misalkan kadang 5 detik, kadang 10 detik dan seterusnya.


Oleh karena itu untuk membuat Rangkaian timer dengan ic 555 ini kita menggunakan rangkaian Monostable Multivibrator.


Timer IC555

Gambar 1. Rangkaian timer IC NE 555



Cara Kerja Rangkaian Timer dengan IC Ne 555


Agar LED 1 Menyala dan timer berkerja maka Pin 2 (trigger) harus berlogika 0 atau bertegangan 0 Volt. Untuk itu digunakan metode Pull Up Resistor.


Pada saat SW 1 tidak ditekan maka aliran arus akan langsung ke pin 2 (trigger). Hal tersebut membuat timer tidak bekerja.


Kemudian saat SW 1 ditekan maka alairan arus akan langsung ke ground sehingga pada pin 2 (trigger) berlogika 0 atau bertegangan 0 Volt. Hal tersebut akan membuat timer bekerja.

SW1 adalah push button / Switch push on.

Akan tetapi rangkaian Monostable ini mempunyai syarat agar waktu timer (timer delay) selalu sama yaitu : nilai R1 harus antara 1k Ohm sampai 10 M Ohm.


Kemudian untuk menentukan waktu LED menyala (timer Delay) kita dapat menggunakan rumus :


Td = 1,1 RC


Keterangan :

Td : Time Delay (Sekon)

R  : Resistor (Ohm)

C  : Capacitor (Farad)




Misalkan kita ingin membuat Nyala LED 11 detik ketika push button ditekan maka kita dapat mencarinya dengan perhitungan :


Td = 1,1 x R1 x C1

R1 x C1 = Td/1,1

R1 x C1 = 11/1,1 = 10

Misal C1 = 100 uF = 0,0001 F

Maka R1 = 10/C1 = 10/0,0001 = 100000 ohm = 100 K



Misalkan kita ingin membuat Nyala LED 1 menit ketika push button ditekan maka kita dapat mencarinya dengan perhitungan :


Td = 1,1 x R1 x C1

R1 x C1 = Td/1,1

R1 x C1 = 60/1,1 = 55

Misal C1 = 100 uF = 0,0001 F

Maka R1 = 55/C1 = 55/0,0001 = 550000 ohm = 550 K = 0,55 M


timer ne555 2


Sekian dulu pembahasan kita tentang timer dengan IC Ne555, mohon maaf jika ada kesalahan, dan semoga bermanfaat dan terimakasih.
0

Featured Post

Rangkaian cas / charger aki ( Batteray ) otomatis

 Pendahuluan Rangkaian cas aki otomatis adalah solusi teknologi yang cerdas untuk menjaga kesehatan aki kendaraan Anda. Ini dirancang untuk ...