Rangkaian cas / charger aki ( Batteray ) otomatis

 Pendahuluan


Rangkaian cas aki otomatis adalah solusi teknologi yang cerdas untuk menjaga kesehatan aki kendaraan Anda. Ini dirancang untuk mencegah aki terlalu terkuras dengan secara otomatis memutuskan pasokan listrik ke peralatan yang menggunakan daya dari aki saat mesin mati. Dalam artikel ini, kami akan membahas konsep dasar rangkaian cas aki otomatis serta memberikan panduan langkah demi langkah untuk membuatnya sendiri.


Konsep Dasar Rangkaian Cas Aki Otomatis


Rangkaian cas aki otomatis terdiri dari beberapa komponen kunci yang bekerja bersama untuk mencapai tujuan melindungi aki dan memperpanjang umur pakainya:


Relay: Relay adalah saklar elektromagnetik yang menghubungkan atau memutuskan koneksi listrik berdasarkan sinyal atau kondisi tertentu. Dalam rangkaian cas aki otomatis, relay digunakan untuk memutus pasokan listrik ke peralatan yang menggunakan daya dari aki saat mesin dimatikan.


Sensor Tegangan atau Arus: Sensor ini mendeteksi apakah mesin kendaraan berjalan atau dimatikan. Jika mesin dimatikan, sensor ini memberikan sinyal kepada relay untuk memutus pasokan listrik ke peralatan yang tidak perlu aktif.


Kontrol Logika: Kontrol logika seperti mikrokontroler atau IC khusus dapat digunakan untuk memproses sinyal dari sensor dan mengendalikan operasi relay. Ini memberikan tingkat otomatisasi yang lebih tinggi.


Langkah-Langkah Membuat Rangkaian Cas Aki Otomatis


Berikut adalah panduan langkah demi langkah untuk membuat rangkaian cas aki otomatis:


Bahan yang Diperlukan:


Relay

Sensor tegangan atau arus (misalnya, sensor hall effect)

Komponen pendukung seperti resistor, transistor, dan kabel

Papan sirkuit atau breadboard

Sumber daya listrik eksternal

Alat soldering (jika diperlukan)

Langkah-langkah:


Persiapan: Pastikan Anda memiliki semua bahan yang diperlukan dan pahami fungsi masing-masing komponen.


Sirkuit Sensor: Hubungkan sensor tegangan atau arus ke papan sirkuit atau breadboard sesuai dengan petunjuk produsen.


Sirkuit Relay: Hubungkan relay ke sirkuit, memastikan bahwa koneksi antara peralatan listrik dan aki melalui relay.


Pengaturan Kontrol Logika (Opsional): Jika Anda ingin menggunakan kontrol logika, tambahkan mikrokontroler atau IC yang sesuai ke sirkuit. Program mikrokontroler untuk mendeteksi sinyal dari sensor dan mengendalikan relay.


Uji Coba: Hubungkan sirkuit ke sumber daya listrik eksternal dan uji coba rangkaian. Pastikan relay berfungsi dengan benar saat mesin dihidupkan atau dimatikan.


Instalasi di Kendaraan: Setelah sirkuit berhasil diuji coba, instalasikan sirkuit di dalam kendaraan Anda. Pastikan koneksi yang aman dan terlindungi dari gangguan eksternal.


Kesimpulan


Membuat rangkaian cas aki otomatis adalah proyek yang menarik dan bermanfaat. Ini tidak hanya dapat melindungi aki kendaraan Anda, tetapi juga memberikan pemahaman lebih dalam tentang elektronika dasar. Penting untuk mengikuti panduan produsen dan mengambil langkah-langkah keamanan yang diperlukan selama proses pembuatan dan instalasi. Jika Anda merasa tidak yakin, selalu lebih baik untuk mendapatkan bantuan dari ahli atau mekanik yang berpengalaman.

0

Rangkaian Power suplay sederhana tanpa trafo

 Power supply adalah komponen vital dalam rangkaian elektronika yang menyediakan tegangan dan arus yang stabil untuk mengoperasikan perangkat. Berikut ini adalah contoh rangkaian power supply sederhana tanpa menggunakan trafo:


Deskripsi Rangkaian: Power Supply Tanpa Trafo


Rangkaian ini merupakan contoh sederhana dari power supply yang disebut juga sebagai "transformatorless power supply" karena tidak menggunakan trafo. Rangkaian ini umumnya digunakan untuk memberikan tegangan DC yang relatif rendah, seperti 3V atau 5V, dan biasanya cocok untuk aplikasi yang membutuhkan sedikit daya, seperti rangkaian elektronika kecil.


Bahan-Bahan:


Kapasitor (X2) - 2x 220nF, 400V

Resistor - 1MΩ

Dioda Penyearah - 1N4007

Dioda Zener - 5.1V, 1W

Kapasitor - 100μF, 25V (elektrolit)

Diode Schottky - 1N5819

Regulator Tegangan - LM7805 (untuk menghasilkan 5V)

Komponen Pendukung: Kabel, PCB (cetak biru), solder, dsb.

Langkah-Langkah:


Pengaturan Dioda Penyearah (Bridge Rectifier): Solder empat dioda 1N4007 dalam bentuk jembatan penyearah. Pastikan polaritas yang benar. Ini akan mengubah AC menjadi gelombang setengah gelombang positif.


Kapasitor Bypass: Sambungkan dua kapasitor 220nF secara paralel dan hubungkan dioda Zener 5.1V antara ujung kaki kapasitor ini. Ini membantu menghilangkan noise dan melindungi sirkuit dari lonjakan tegangan.


Filter Tegangan: Solder kapasitor elektrolit 100μF, 25V pada jalur keluaran dari dioda Zener. Ini akan membantu menyaring sisa noise dari gelombang setengah gelombang.


Diode Schottky: Pasang diode Schottky 1N5819 sebagai diode pelindung. Ini membantu melindungi sirkuit dari sebaliknya.


Pemindah AC-DC: Solder resistor 1MΩ secara seri dengan jalur keluaran dioda penyearah. Ini membantu mengurangi tegangan DC sebelum masuk ke regulator.


Regulator Tegangan: Pasang regulator tegangan LM7805. Ini akan meratakan tegangan DC menjadi 5V yang stabil.


Penghubung Output: Solder kabel pada jalur output regulator tegangan. Inilah tempat Anda akan mendapatkan tegangan 5V yang stabil.


Penting: Rangkaian ini adalah contoh sederhana dan mungkin tidak sesuai untuk semua aplikasi. Anda harus mempertimbangkan faktor-faktor seperti daya yang dibutuhkan oleh perangkat yang akan digunakan dan apakah stabilitas tegangan yang dihasilkan sudah cukup. Selalu pertimbangkan untuk mengikuti panduan keselamatan dan menggunakan komponen berkualitas dalam setiap rangkaian yang Anda buat.


Rangkaian ini memberikan gambaran dasar tentang bagaimana rangkaian power supply sederhana tanpa trafo dapat dirakit. Namun, pastikan untuk memahami prinsip kerja dan memeriksa persyaratan khusus untuk aplikasi Anda sebelum mengimplementasikannya.

0

Jenis jenis sensor dan aplikasinya

Sensor merupakan komponen kritis dalam teknologi modern yang memungkinkan perangkat dan sistem untuk mendeteksi berbagai fenomena fisik dan mengubahnya menjadi sinyal yang dapat diproses. Berikut ini adalah beberapa jenis sensor populer dan cara-cara di mana mereka digunakan:


1. Sensor Cahaya (LDR - Light Dependent Resistor)


Aplikasi: Pengendalian lampu otomatis, pengukuran intensitas cahaya di lingkungan, sensor cahaya pada kamera digital.

2. Sensor Suhu (Thermistor)


Aplikasi: Pengendalian suhu pada peralatan rumah tangga (misalnya, kulkas, oven), sistem pengkondisian udara, pengawasan suhu industri.

3. Sensor Ultrasonik


Aplikasi: Pengukuran jarak pada kendaraan dengan sistem parkir otomatis, pengukuran level air dalam tangki, sensor gerak dalam sistem keamanan.

4. Sensor Gerak (PIR - Passive Infrared)


Aplikasi: Lampu gerak otomatis, pengawasan pergerakan dalam sistem keamanan, sensor toilet otomatis.

5. Sensor Kelembaban (Hygrometer)


Aplikasi: Monitoring kelembaban dalam rumah kaca, kontrol kelembaban dalam penyimpanan makanan, prediksi cuaca.

6. Sensor Tekanan (Pressure Sensor)


Aplikasi: Sensor tekanan ban pada kendaraan, pengukuran tekanan darah medis, pengendalian proses industri berbasis tekanan.

7. Sensor Gas


Aplikasi: Deteksi gas beracun dalam lingkungan industri, deteksi kebocoran gas rumah tangga, kendali pemanasan dengan deteksi gas alam.

8. Sensor RFID (Radio-Frequency Identification)


Aplikasi: Pelacakan barang di rantai pasokan, kartu akses pada gedung atau kendaraan, pembayaran nirkabel.

9. Sensor Kecepatan dan Posisi


Aplikasi: Pengukuran kecepatan kendaraan pada sistem navigasi GPS, kontrol servo motor dalam robotika, sistem injeksi bahan bakar pada mobil.

10. Sensor Magnet (Hall Effect Sensor)

- Aplikasi: Pendeteksian pintu atau jendela yang terbuka, pengukuran arus listrik dalam kendaraan, deteksi medan magnetik dalam peralatan ilmiah.


11. Sensor Warna

- Aplikasi: Identifikasi warna dalam pengolahan makanan, sensor warna dalam mesin cetak, identifikasi warna dalam sistem sortir barang.


12. Sensor Kecepatan Aliran (Flow Sensor)

- Aplikasi: Pengukuran aliran cairan dalam sistem pendingin, pengukuran aliran gas dalam pipa, pengendalian aliran bahan dalam produksi industri.


13. Sensor Sidik Jari (Fingerprint Sensor)

- Aplikasi: Identifikasi personal dalam perangkat keamanan, pembukaan pintu atau perangkat dengan sidik jari, pengamanan akses pada perangkat elektronik.


14. Sensor Detak Jantung

- Aplikasi: Monitor detak jantung medis, pelacakan aktivitas fisik dalam perangkat kesehatan, pengukuran detak jantung dalam olahraga.


Dalam dunia yang semakin terhubung dan otomatis, sensor-sensor ini memainkan peran penting dalam mengumpulkan data yang relevan untuk pengambilan keputusan yang lebih baik dan mengendalikan berbagai sistem secara efisien. Dari pengukuran suhu hingga deteksi gerak, setiap jenis sensor memiliki aplikasi uniknya sendiri yang memberikan manfaat besar dalam berbagai industri dan kehidupan sehari-hari.

 

0

Trafo / Transformator Rumus Perhitungan dan Contohnya

 

Transformator adalah sebuah perangkat elektronika yang berfungsi untuk menaikan atau menurunkan tegangan dalam suatu rangkaian listrik. Berikut adalah rumus-rumus yang digunakan dalam transformator, 


Rumus Trafo

Prinsip kerja transformator ini adalah memanfaatkan perubahan fluks magnetik. Berdasarkan teori Hukum Faraday, yaitu tegangan output bergantung pada jumlah lilitan dan laju perubahan fluks medan magnet. Pada hukum Kirchoff juga memberitahukan bahwa ggl induksi persis sama dengan input voltase. Sehingga, didapatkan persamaan transformator sebagai berikut: 


Vp/Vs = Np/Ns 

 

Dimana,

Vp: tegangan kumparan primer 

Vs: tegangan kumparan sekunder 

Np: jumlah lilitan kumparan primer 

Ns: jumlah lilitan kumparan sekunder Persamaan transformator menggambarkan hubungan tegangan dan jumlah lilitan pada trafo.



Trafo2

Rumus Arus

Dari persaman transformator di atas, kita dapat menentukan rumus arus yang mengalir pada trafo. Jika tegangan naik maka arus akan turun dan jika tegangan berkurang maka arus akan meningkat, atau arus pada transformator ini berbanding terbalik dengan tegangannya Sehingga, persamaan transformasinya menjadi: 


Vp/Vs = Np/Ns = Is/Ip 


 

Dimana,

Is: arus sekunder 

Ip: arus primer 


Yang perlu diingat, adalah bahwa trafo step up menaikkan tegangan dan menurunkan arus. Sehingga, arus sekunder trafo step up akan selalu lebih kecil dari arus primernya (Is < Ip) . Adapun, trafo step down menurunkan tegangan dan menaikkan arus. Sehingga, arus sekunder trafo step down akan selalu lebih besar dari arus primernya (Is > Ip).



Rumus mencari arus sekunder pada trafo 

Dari persamaan di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa rumus mencari arus sekunder pada trafo adalah: 


Is = (Vp/Vs) x Ip Atau, 


jika yang diketahui jumlah lilitannya maka rumus arus sekunder trafo menjadi: 


Is = (Np/Ns) x Ip


 


Rumus mencari arus primer pada trafo 

Selain mencari arus sekunder, kita juga dapat mencari arus primer berdasarkan persamaan transformasi.

Berikut adalah rumus arus primer pada trafo: 


Ip = (Vs/Vp) x Is Atau, 

 


jika diketahui jumlah lilitannya maka rumus arus primer trafo menjadi: 


Ip = (Ns/Np) x Is



Rumus mencari tegangan trafo 


Rumus mencari tegangan trafo step up dan trafo step down didapatkan dari persamaan transformator yang sama. Bedanya, pada trafo step up tegangan sekunder akan selalu lebih besar dari tegangan primer. Adapun, tegangan sekunder trafo step down akan selalu lebih kecil dari tegangan primernya.



Rumus mencari tegangan sekunder trafo 


Vs = (Ns/Np) x Vp Atau, 

 

jika diketahui arusnya maka rumus mencari tegangan sekunder trafo menjadi: 


Vs = (Ip/Is) x Vp 



Rumus mencari tegangan primer trafo 


Vp = (Np/Ns) x Vs Atau 

 

jika diketahui arusnya maka rumus mencari tegangan primer trafo menjadi: 


Vp = (Is/Ip) x Vs





0

Rangkaian timer / pewaktu dengan ic NE 555

 

IC NE 555 ini adalah komponen elektronika yang berfungsi sebagai IC Clock, perangkat ini seringkali digunakan sebagai timer rangkaian ataupun Trigger sinyal clock suatu rangkaian elektronika.


Pada artikel kali ini kita akan membahas tentang Rangkaian timer dengan ic ne 555. Rangkaian timer ini pada dasarnya adalah Rangkaian Monostable Multivibrator dimana waktu delay LED menyala akan tetap stabil (sama terus sepanjang waktu) dan dapat ditentukan dengan rumus :


Td = 1,1 RC


Keterangan :

Td : Time Delay (Sekon)

R  : Resistor (Ohm)

C  : Capacitor (Farad)


Sementara itu ada juga rangkaian ic ne 555 bernama Astable Multivibrator dimana waktu delay LED menyala tidak dapat ditentukan dan terjadi secara acak. Misalkan kadang 5 detik, kadang 10 detik dan seterusnya.


Oleh karena itu untuk membuat Rangkaian timer dengan ic 555 ini kita menggunakan rangkaian Monostable Multivibrator.


Timer IC555

Gambar 1. Rangkaian timer IC NE 555



Cara Kerja Rangkaian Timer dengan IC Ne 555


Agar LED 1 Menyala dan timer berkerja maka Pin 2 (trigger) harus berlogika 0 atau bertegangan 0 Volt. Untuk itu digunakan metode Pull Up Resistor.


Pada saat SW 1 tidak ditekan maka aliran arus akan langsung ke pin 2 (trigger). Hal tersebut membuat timer tidak bekerja.


Kemudian saat SW 1 ditekan maka alairan arus akan langsung ke ground sehingga pada pin 2 (trigger) berlogika 0 atau bertegangan 0 Volt. Hal tersebut akan membuat timer bekerja.

SW1 adalah push button / Switch push on.

Akan tetapi rangkaian Monostable ini mempunyai syarat agar waktu timer (timer delay) selalu sama yaitu : nilai R1 harus antara 1k Ohm sampai 10 M Ohm.


Kemudian untuk menentukan waktu LED menyala (timer Delay) kita dapat menggunakan rumus :


Td = 1,1 RC


Keterangan :

Td : Time Delay (Sekon)

R  : Resistor (Ohm)

C  : Capacitor (Farad)




Misalkan kita ingin membuat Nyala LED 11 detik ketika push button ditekan maka kita dapat mencarinya dengan perhitungan :


Td = 1,1 x R1 x C1

R1 x C1 = Td/1,1

R1 x C1 = 11/1,1 = 10

Misal C1 = 100 uF = 0,0001 F

Maka R1 = 10/C1 = 10/0,0001 = 100000 ohm = 100 K



Misalkan kita ingin membuat Nyala LED 1 menit ketika push button ditekan maka kita dapat mencarinya dengan perhitungan :


Td = 1,1 x R1 x C1

R1 x C1 = Td/1,1

R1 x C1 = 60/1,1 = 55

Misal C1 = 100 uF = 0,0001 F

Maka R1 = 55/C1 = 55/0,0001 = 550000 ohm = 550 K = 0,55 M


timer ne555 2


Sekian dulu pembahasan kita tentang timer dengan IC Ne555, mohon maaf jika ada kesalahan, dan semoga bermanfaat dan terimakasih.
0

Efisiensi Trafo, Pengertian dan Cara Mengitungnya



Effesiensi trafo

 

    Trafo /Transformator yang ideal adalah Trafo yang memiliki efisiensi 100% yaitu trafo yang tidak terjadi kehilangan daya sama sekali atau loss nya 0%. Namun Trafo yang ideal  dapat dikatakan tidak mungkin akan tercapai, hal ini dikarenakan adanya beberapa faktor yang menyebabkan terjadi kerugian atau kehilangan daya. Faktor-faktor tersebut diantaranya adalah faktor yang disebabkan oleh Inti Besi yang biasanya disebut dengan Core Loss atau Iron Loss dan faktor yang disebabkan oleh Kumparan atau lilitan pada Trafo itu sendiri yang biasanya disebut dengan Copper loss.



Kerugian Daya pada Trafo / Losses


Seperti yang disebutkan sebelumnya, Kerugian atau kehilangan daya pada Trafo ini disebabkan oleh dua faktor utama yaitu Faktor Core Loss (Inti Besi) dan Faktor Copper Loss (Kumparan). Kerugian Daya atau Kehilangan Daya pada Trafo ini sering disebut juga dengan Rugi Daya atau dalam bahasa Inggris disebut dengan Power Loss.


Core Losses atau Iron Losses 


Core Losses atau Iron Losses adalah kehilangan daya pada Tranformator yang dikarenakan oleh Inti Besi Transformator itu sendiri. Terdapat dua faktor yang menyebabkan terjadinya Core Loss yaitu kerugian arus Eddy (Eddy Current) dan kerugian histeresis (Hysteresis loss). Kedua Kerugian ini pada dasarnya tergantung pada sifat magnetik bahan yang digunakan untuk konstruksi inti transformator (trafo).


Kerugian Histerisis (Hysterisit Losses) – Kerugian Histeris pada trafo ini disebabkan oleh pembalikan magnetisasi pada inti transformator. Kehilangan atau kerugian ini tergantung pada volume dan kadar besi yang digunakan untuk konstruksi inti besi trafo, frekuensi pembalikan magnetik dan nilai kerapatan fluks.


Kerugian Arus Eddy (Eddy Current Loss) – pada Transformator atau Trafo,  arus listrik AC yang dipasok ke kumparan primer akan membentuk fluks medan magnet yang bergantian. Apabila fluks medan magnet tersebut terhubung ke kumparan sekunder maka akan menyebabkan induksi gaya gerak listrik atau biasanya dikenal dengan induksi GGL. Tetapi terdapat pula beberapa bagian fluks magnet yang menginduksi ke bagian konduktor lainnya yaitu ke Inti besinya Trafo (Tranformer Core) tersebut yang kemudian akan menyebabkan sirkulasi arus kecil didalamnya. Arus tersebut disebut dengan Arus Eddy (Eddy Current). Karena Arus Eddy inilah beberapa energi akan terdisipasi dalam bentuk panas.



Copper Losses


Copper losses adalah kehilangan daya pada Trafo yang diakibatkan oleh resistansi pada kumparan atau lilitan pada trafo itu sendiri. Copper Loss pada Kumparan Primer adalah $I_{1}^{2}R_{1}$ dan Copper Loss pada Kumparan Sekunder adalah $I_{2}^{2}R_{2}$. Dimana I1 dan I2 adalah arus pada masing-masing kumparan primer dan kumparan sekunder sedangakn R1 dan R2. adalah resistansi pada masing-masing kumparan primer dan kumparan sekunder. Kehilangan Daya yang diakibatkan oleh Copper Loss ini adalah sebanding dengan kuadrat arus dan arus ini tergantung pada beban. Oleh karena itu kehilangan Copper loss pada Trafo ini juga akan bervariasi tergantung pada beban yang diberikan pada trafo.



Efisiensi Trafo / Transformator


Efisiensi Trafo dapat didefinisikan sebagai Perbandingan antara daya listrik keluaran (Pout) dengan daya listrik masukan (Pin). Efisiensi Trafo dapat dirumuskan dengan Rumus berikut ini :


ɳ = (Pout / Pin) x 100%


Dimana :


ɳ = Efisiensi Trafo

Pout : Daya listrik Keluaran (Output) atau Daya pada Kumparan Sekunder

Pin : Daya listrik Masukan (Input) atau Daya pada Kumparan Primer


Rumus-rumus turunan untuk Efisiensi Trafo lainnya :


ɳ = (Vs x Is / Vp x Ip) x 100%


atau


ɳ = (Pout / (Pout + Copper loss + Core loss) x 100%


atau


ɳ = (Pin – Losses) / (Pin) x 100%


atau


ɳ = (Ns x Is / Np x Ip) x 100%


Dimana :


ɳ  : Efisiensi Trafo

Vs : Tegangan Sekunder

Vp : Tegangan Primer

Is : Arus Sekunder

Ip : Arus Primer

Ns : Lilitan sekunder

Np : Lilitan primer


Losses atau kerugian daya trafo dapat dirumuskan

L = (Pin-Pout)/ Pin x 100%



Contoh Kasus 1 

Sebuah Trafo memiliki daya listrik 200W di bagian Primer (Daya Input), sedangkan dibagian sekundernya hanya 190W (Daya Output). Berapakah Efisiensi Trafo tersebut ?


ɳ = (Pout / Pin) x 100%

ɳ = (190W / 200W) x 100%


ɳ = 95%


Efisiensi Trafo tersebut adalah 95%


Contoh Kasus 2

Sebuah Transformator dengan tegangan Input (tegangan primer) adalah 220V dan tegangan Output (tegangan sekunder) adalah 55V sedangkan arus inputnya adalah 2A dan arus outpunya adalah 7A. Berapakah efisiensi Trafo tersebut?


Diketahui :


Vp = 220V

Ip = 2A

Vs = 55V

Is = 7A


ɳ = ?


Jawaban :


ɳ = (Vs x Is / Vp x Ip) x 100%

ɳ = (55V x 7A / 220V x 2A) x 100%

ɳ = 385 / 440 x 100%

ɳ = 87,5%


Efisiensi Trafo tersebut adalah 87,5%


 


Contoh Kasus 3

Arus Primer sebuah trafo adalah 2A sedangkan arus Sekundernya adalah 0,9A. Jika lilitan di Primer Trafo tersebut adalah 250 lilitan dan 500 lilitan di kumparan sekundernya. Berapakah Efisiensi Trafo tersebut?


Diketahui :


Ip = 2A

Is = 0,9A

Np = 250 lilitan

Ns = 500 lilitan


ɳ = (Ns x Is / Np x Ip) x 100%

ɳ = (500 x 0,9 / 250 x 2) x 100%

ɳ = (450 / 500) x 100%

ɳ = 90%


Efisiensi Trafo tersebut adalah 90%


Contoh Kasus 4

Jumlah lilitan primer 220 lilit dan jumlah lilitan sekunder 55 lilit. Jika Tegangan di Primer Trafo tersebut adalah 220V dan 49,5V tegangan sekundernya. Berapakah Efisiensi Trafo tersebut?


Diketahui :


Vp = 220V

Vs = 49,5V

Np = 220 lilitan

Ns = 55 lilitan


ɳ = (Np x Vs / Ns x Vp) x 100%

ɳ = (220 x 49,5/ 55 x220) x 100%

ɳ = (10890 / 12100) x 100%

ɳ = 90%


Efisiensi Trafo tersebut adalah 90%


0

Pengertian Transformator/ Trafo dan Prinsip Kerjanya

 

    Diseluruh penjuru dunia baik di Kota maupun di kampung kini sudah dialiri listrik dengan tegangan 220V di Indonesia dan beberapa Negara lainya, dan 110V untuk sebagian besar Negara Luar. Dengan adanya arus dengan tegangan 220V ini, kita dapat menikmati terangnya Cahaya Lampu, dan juga menggunakan peralatan dapur lainnya seperti Kulkas, Rice Cooker, Mesin Cuci dan AC. Tegangan listrik 220V yang kita gunakan ini merupakan jenis arus bolak-balik  AC atau Alternating Current yang berasal dari Perusahaan Listrik Negara atau biasa disebut  PLN. Tegangan listrik yang dihasilkan oleh  PLN pada umumnya dapat mencapai puluhan hingga ratusan kilo Volt. Mengapa besar sekali tegangan yang dihasilkan? Sebanarnya tegangan yang dihasilkan oleh PLN itu tidak terlalu tinggi, namun saat akan menyalurkan tegangan PLN sengaja menaikan tegangan nya, tujuanya adalah untuk memudahkan pada saat proser transmisi tegangan. Jadi dalam proses pengiriman arus listrik dari PLN ke Konsumen ini terjadi dua kali proses, yang pertama PLN menaikan tegangan untuk memudahkan proses transmisi, yang kedua PLN menurunkan lagi tegangannya sebelum sampai ke Pelanggan agar bisa digunakan untuk peralatan listrik.

Trafo2

Pengertian Trafo >>  Trafo adalah sutau peralatan listrik yang berfungsi untuk menaikan atau menurunkan tegangan. Akan tetapi trafo ini tidak dapat menaikan Daya listrik.

Trafo  bekerja berdasarkan prinsip Induksi Elektromagnet dan hanya dapat bekerja pada tegangan yang berarus bolak balik atau AC.Trafo memegang peranan yang sangat penting dalam pendistribusian tenaga listrik. Trafo menaikan listrik yang berasal dari pembangkit listrik PLN hingga ratusan kilo Volt untuk di distribusikan, dan kemudian Trafo lainnya menurunkan tegangan listrik tersebut ke tegangan yang diperlukan oleh setiap rumah tangga maupun perkantoran yang pada umumnya menggunakan Tegangan AC 220Volt.



Prinsip Kerja Transformator / Trafo


Sebuah trafo pada dasarnya terdiri dari 2 buah lilitan atau kumparan kawat yang terisolasi yaitu kumparan primer dan kumparan sekunder. Pada kebanyakan Trafo, kumparan kawat terisolasi ini dililitkan pada sebuah  Inti Besi / Core.  Ketika kumparan primer dialiri arus AC (bolak-balik) maka akan menimbulkan medan magnet atau fluks magnetik disekitarnya. Kekuatan Medan magnet /densitas Fluks Magnet tersebut dipengaruhi oleh besarnya arus listrik yang dialirinya. Semakin besar arus listriknya semakin besar pula medan magnetnya. Fluktuasi medan magnet yang terjadi di sekitar kumparan primer akan menginduksi GGL / Gaya Gerak Listrik dalam kumparan sekunder dan akan terjadi pelimpahan daya dari kumparan primer ke kumparan sekunder. Dengan demikian, terjadilah pengubahan taraf tegangan listrik baik dari tegangan rendah menjadi tegangan yang lebih tinggi maupun dari tegangan tinggi menjadi tegangan yang rendah.


Sedangkan Inti besi pada Trafo pada umumnya adalah kumpulan lempengan-lempengan besi tipis yang terisolasi dan ditempel berlapis-lapis dengan kegunaanya untuk mempermudah jalannya Fluks Magnet yang ditimbulkan oleh arus listrik kumparan serta untuk mengurangi suhu panas yang ditimbulkan.


Beberapa bentuk lempengan besi yang membentuk Inti Transformator tersebut diantaranya seperti :


E – I Lamination

E – E Lamination

L – L Lamination

U – I Lamination

O Lamination pada trafo toroid / trafo donat


Jenis bahan lilitan yang sering digunkan untuk membuat trafo :


Tembaga

Aluminium


Dibawah ini adalah Fluks pada Transformator :


Trafo



    Perbandingan jumlah lilitan pada kumparan sekunder terhadap jumlah lilitan pada kumparan primer menentukan rasio tegangan pada kedua kumparan tersebut. Sebagai contoh, 2 lilitan pada kumparan primer dan 20 lilitan pada kumparan sekunder akan menghasilkan tegangan 10 kali lipat dari tegangan input pada kumparan primer, misal tegangan input 10V maka tegangan outputnya 100V. Jenis Trafo ini biasanya disebut dengan Transformator Step Up. Sebaliknya, jika terdapat 20 lilitan pada kumparan primer dan 2 lilitan pada kumparan sekunder, maka tegangan yang dihasilkan oleh Kumparan Sekunder adalah 1/10 dari tegangan input pada Kumparan Primer, misalnya imput teganganya 20 V maka outputnya adalah 2 V. Trafo jenis ini disebut dengan Transformator Step Down.


0

Monitoring beberapa merk IP CCTV dari satu aplikasi

 

Buat temen temen yang ingin memonitoring atau melihat tampilan live dari beberapa merk cctv dalam satu aplikasi. Kalian bisa menggunakan Aplikasi VMS, aplikasi ini adalah aplikasi x-meye versi windows.

Disini kita akan memanfaatkan fitur multimedia yang ada pada IP camera untuk menampilkan tampilan live pada aplikasi VMS. Untuk download aplikasi VMS Klik link dibawah ini :

Monitoring CCTV dengan VMS


VMS



Berikut ini adalah langkah langkahnya :

1. Download VMS

2. Install VMS

3. Buka VMS dan masuk ke menu "Device Manage" dan pilih "Search"

4. Jika CCTV kalian muncul dalam daftar list, kalian tinggal klik cctv tesebut dan klik "Add"


5. Jika CCTV kalian tidak muncul, kalian pilih menu "Manual Add" 
kemuadian masukan nama cctv, alamat ip dari cctv, port multimedia, username dan password, vendor.
Untuk mengetahui alamat IP dari CCTV kalian bisa cek pada router.
Untuk mengetahui port multimedia dari cctv, kalian bisa menggunakan sofware Nmap - Zenmap GUI
Port multimedia dari CCTV ini berbeda beda tergantung merk atau vendor dari CCTV tersebut.
Port multimedia dari CCTV Hikvision, Ezviz dan x-meye (CCTV dengan software x-meye ) = 8000
Port multimedia dari CCTV V380 ( CCTV dengan software V380 ) = 8899

6. Kemudian kembali ke Home dan pilih menu "Monitor", akan ada list daftar cctv di sebelah kanan.

7. Klik 2 kali pada cctv tersebut, maka akan tampil live view dari cctv kalian.


Selain bisa digunakakan untuk live view, aplikasi VMS ini juga bisa bisa digunakan untuk recording dan playback menggunakan media penyimpanan hardisk. Jadi kita tidak memerlukan perangkat tambahan untuk recording seperti DVR atau NVR. Namun kekuranganya jika kita menggunakan Aplikasi VMS untuk recording adalah PC komputer harus menyala terus selama recording.


Menu yang ada di aplikasi VMS

1. Monitor

Ini digunakan untuk melihat live view.

2. Device Manager

Ini digunakan utnuk menambah atau mengubah konfigurasi perangkat IP CCTV

3. Playback

Menu ini digunakan untuk memutar ulang hasil rekaman yang tersimpan dalam hardisk PC dan hardisk DVR x-meye

4. Record Setting

Untuk konfigurasi perekaman CCTV

5. Log

Untuk menampilkan log aktivitas

6. Alarm Info

Untuk menampilkan Log Alarm

7. Device Config

Untuk setting device IP cctv yang mendukung sofware X-meye.

8. Alarm Config

Untuk setting alarm pada device IP cctv yang mendukung sofware X-meye.

9. System config

Untuk setting DVR  pada device IP cctv yang mendukung sofware X-meye.




0

Cara download mp3 dari youtube




Download mp3 Youtube

 

Tidak semua orang memiliki kuota internet yang tak terbatas, sehingga bisa mendengarkan lagu atau music dari youtube secara online. Sebagai alternatifnya kita bisa mendowload lagu atau music dari video di youtube dalam format mp3 untuk menghemat ruang penyimpanan. Biasanya 1 file video durasi 5 menit ukuranya sekitar 50MB, untuk MP3 ukuranya hanya sekitar 5MB.

Berikut ini adalah beberapa cara mendownload mp3 dari youtube




Download mp3 dari youtube dengan YTMP3 ytmp3.cc


1. Buka laman YouTube.

2. Cari video yang akan di-download. 

3. Copy url video yang ingin di-download. 

4. Masuk ke ytmp3.cc

5. Pastekan url video pada kolom yang tersedia

6. Kemudian pilih Download mp3

7. Tunggu proses mengunduh selesai. Kalian bisa cek filenya di folder download



Download mp3 dari youtube dengan YTMP3 ytmp3.cc cara cepat


1. Buka laman YouTube.

2. Cari video yang akan di-download. 

3. Copy url video yang ingin di-download. 

4. Buka tab baru dan isi alamat url : ytmp3.cc/ + url Video kemudian enter

5. Kemudian pilih Download mp3

6. Tunggu proses mengunduh selesai. Kalian bisa cek filenya di folder download



Cara download lagu mp3 di YouTube dengan SSYoutube


1. Buka laman YouTube.

2. Cari video yang akan di-download. 

3. Tambahkan huruf ‘ss’ di depan url video yang ingin di-download. 

4. Klik enter dan halaman akan dialihkan ke savefrom.net. 

5. Pilih resolusi video. 

6. Pilih tempat penyimpan. 

7. Tunggu proses mengunduh selesai.



Cara download lagu mp3 di YouTube dengan Y2mate


1. Buka laman YouTube. 

2. Cari video yang akan di-download. 

3. Copy link atau url video yang akan di-download. 

4. Buka laman y2mate.com. 5. Paste link atau url video Youtube yang sudah di-copy. 

6. Pilih format berupa video atau MP3. 

7. Pilih resolusi yang diinginkan, lalu klik Download. 

8. Tunggu proses download selesai.




Itulah beberapa cara download mp3 dari youtube, Namun terkadang file hasil download tersebut hanya dapat di putar di perangkat tertentu.


Agar hasilnya maksimal dan file hasil download bisa diputar disemua perangkat maka kita perlu mengkonvert lagi file hasil download tersebut dengan VLC. Convert dari mp3 ke mp3 lagi.


Itulah penjelasan singkat tentang Cara download mp3 dari youtube. Mohon maaf jika ada kesalahan. Silakan komen dikolom komentar jika ada pertanyaan. Semoga bermanfaat buat kita semua dan Terimakasih.

0

Berkenalan dengan Android Studio


Seiring dengan kemajuan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, Semakin banyak juga aplikasi bermunculan. Saat ini salah satu aplikasi yang paling populer dalam teknologi komunikasi adalah Android.

Android studio

Mengapa demikian ? Karena Android adalah aplikasi paling banyak digunakan orang dibanding iOS, sehingga banyak orang yang mencoba belajar untuk membuat aplikasi tersebut ataupun hanya sekedar untuk memodifikasi saja.

Nah, salahsatu aplikasi yang paling dianjurkan dalam membuat atau memodifikasi aplikasi Android adalah Android Studio. Kenapa banyak orang yang memilih menggunakan Android Studio dibandingkan tools lain? Itu karena belajar membuat aplikasi Android dengan Android Studio sangat cocok bagi pemula, dan bahkan orang awam dibidang ini juga bisa membuat aplikasi android sederhana.

Android studio ini memiliki begitu banyak fitur dan fungsi yang memudahkan dalam membuat aplikasi Android. Saat belajar membuat aplikasi android dengan Android Studio, Kita juga dapat membuat aplikasi yang bisa berjalan di Tablet, Smartwatch, dan Android TV.



Pengertian Android Studio

Android Studio adalah Integrated Development Environment (IDE) yaitu sebuah software yang bisa digunakan untuk mengembangkan aplikasi berbasis Operating System android. Android Studio muncul pada sekitar tahun 2013 yang diperkenalkan di acara Google I/O Conference.

Android studio ini dikembangkan oleh JetBrains dan dirilis ke publik untuk pertama kalinya pada tahun 2014. Android Studio menjadi software resmi yang didukung penuh oleh Google sebagai perusahaan induk Sistem Operasi Android.

Sebelum Google meresmikan dan mendukung penuh Android Studio, Google sudah lebih dulu mendukung Eclipse. Dimana dulunya Eclipse adalah software atau IDE yang digunakan oleh para developer android untuk mengembangkan aplikasi android. Namun kini Google sudah menghentikan dukungan penuh terhadap Eclipse. Meskipun begitu Eclipse masih tetap bisa digunakan untuk mendevelop aplikasi android.


Fitur Apa saja yang ada dalam Android Studio ini ?

Dalam Android Studio terdapat banyak fitur yang bisa digunakan oleh programmer baik pemula maupun profesional untuk mengembangkan aplikasi Android. Adapun fitur-fitur tersebut adalah sebagai berikut.

– Emulator yang cepat dan dilengkapi kaya fitur

– Sistem Versi Gradle yang fleksibel

Bisa untuk mengembangkan aplikasi android di semua perangkat android (Smartphone, Tablet, Smarttv, dan Smartwacth)

– Template kode dan integrasi dengan GitHub untuk membuat fitur aplikasi yang sama dan mengimpor kode-kode contoh

– Alat pengujian dan kerangka kerja yang ekstensif

– Dukungan C++ dan NDK

– Dukungan Google Cloud Platform sehingga mempermudah saat pengintegrasian Google Cloud Messaging dan App Engine

Persyaratan minimum spec PC / Komputer yang bisa digunakan untuk menjalakan program Android studio :


OS Windows

– Menggunakan OS Microsoft® Windows® 7/8/10 (32- or 64-bit)

– Ram minimal 4 GB, yang direkomendasikan 8 GB RAM; tambahan 1 GB untuk menjalankan Emulator Android

– Ruang disk yang tersedia minimal 4 GB (500 MB untuk IDE + 1.5 GB untuk Android SDK and emulator system image)

– Resolusi minimal yang digunakan adalah 1280 x 800


Mac OS

– Mac® OS X® 10.10 (Yosemite) atau lebih tinggi sampai 10.13 (macOS High Sierra)

– Ram minimal 3 GB, yang direkomendasikan 8 GB RAM; tambahan 1 GB untuk menjalankan Emulator Android

– Ruang disk yang tersedia minimal 2 GB,
Namun yang direkomendasikan yaitu 4 GB (500 MB untuk IDE + 1.5 GB untuk Android SDK and emulator system image)

– Resolusi minimal yang digunakan adalah 1280 x 800


OS Linux

– GNOME or KDE desktop

– Tested on Ubuntu® 14.04 LTS, Trusty Tahr (64-bit distribution capable of running 32-bit applications)

– Distribusi 64-bit yang mampu menjalankan aplikasi 32-bit

– GNU C Library (glibc) 2.19 atau yang lebih baru

– Ram minimal 3 GB, yang direkomendasikan 8 GB RAM; tambahan 1 GB untuk menjalankan Emulator Android

– Ruang disk yang tersedia minimal 2 GB,
Namun yang direkomendasikan yaitu 4 GB (500 MB untuk IDE + 1.5 GB untuk Android SDK and emulator system image)

– Resolusi minimal yang digunakan adalah 1280 x 800


Chrome OS

– 8 GB RAM atau lebih sangat direkomendasikan

– 4 GB minimal

– Minimal resolusi layar 1280 x 800

– Minimal prosesor Intel i5 atau yang lebih tinggi sangat direkomendasikan
PC yang direkomendasikan adalah, Acer: Chromebook 13/Spin 13, Chromebox CXI3, Lenovo: Yoga C630 Chromebook, HP: Chromebook x360 14, Chromebox G2, Dell: Inspiron Chromebook 14, ASUS: Chromebox 3, ViewSonic: NMP660 Chromebox, CTL: Chromebox CBx1 dan disarankan menggunakan OS 64 bit
.

 

Jenis Android Studio

Android Studio yang saat ini digunakan orang memiliki beberapa versi. Adapun jenis Android Studio yang ada adalah sebagai berikut:

1. Android Studio Versi Canary

Android Studio Canary dapat digunakan jika ingin mendapat semua jenis rilis. Jika menggunakan versi canary ini, programmer bisa menggunakan fitur baru saat baru diluncurkan tanpa harus menunggu lama. Biasanya update untuk canary dirilis setiap minggu.

2. Android Studio Versi Dev

Versy Dev ini adalah versi canari yang sudah teruji secara klinis dan beberapa waktu akan dipilih dan menjadi versi Dev. Versi ini dipakai untuk menguji fitur baru secepat mungkin ke pengguna.

3. Android Studio Versi Beta

Apabila Anda ingin menggunakan Android Studio dengan fitur yang baru tapi resiko bugnya kecil maka gunakanlah versi beta. Versi ini dirilis biasanya sudah mempunyai fitur-fitur baru tapi dengan bug yang sedikit.

4. Android Studio Versi Stable

Android Studio Versi stable adalah versi yang semua fiturnya sudah diuji secara penuh melalui versi-versi diatas. Jadi versi ini memiliki stabilitas yang tinggi dan performanya sangat baik.

Nah, jika Anda masih pemula disarankan pakai versi stable karena versi ini cenderung tidak memiliki banyak masalah.

Situs resmi Android Studio juga menyarankan dan mengarahkan pengguna pemula untuk menggunakan versi ini.


Cara Download dan Install Android Studio

Bagaimana cara menggunakan Android Studio? Pertama tentu Anda harus mendownload aplikasinya. Android Strudio ini bisa didapat dengan gratis kok.

Jika ingin mendownload, Anda bisa langsung mengakses tautan resmi developer android (https://developer.android.com/studio).

Tapi sebelum menginstall Android Studio pastikan juga Anda menginstall JDK (Java Development Kit) pada laptop atau komputer anda.

Setelah itu lakukan penginstalan. Berikut adalah cara menginstal Android Studio

1. Buka file Android Studio yang Anda unduh.

2. Klik “next” ketika muncul jendela welcome Android Studio “setup”

3. Pasang semua komponen Android Studio dengan cara klik “next”.

3. Tentukan lokasi penyimpanan software Android Studio dan SDKnya

4. Lalu klik “Install”, bila perlu ceklis terlebih dahulu do not create shortcuts

5. Pastikan koneksi internet Anda baik ketika proses instalasi berlangsung.

6. Klik “next” kemudian klik “finish”

7. Setelah itu pilih “do not import settings dan launcher” lalu software Android Studio akan dimunculkan. Tunggu sampai proses download SDK selesai

8. Akan muncul tampilan welcome Android Studio. Klik “next” dan pilih mode install mau standard atau custom

9. Klik next lalu pilih tema android studionya

10. Setelah itu akan ada proses penginstallan komponen SDK, lalu klik next

11. Klik finish lalu tunggu proses download komponen selesai

12. Klik finish dan jendela awal Android Studio akan terbuka


Itulah penjelasan singkat tentang Android Studio. Mohon maaf jika ada kesalahan. Silakan komen dikolom komentar jika ada pertanyaan. Semoga bermanfaat buat kita semua dan Terimakasih.


0

Featured Post

Rangkaian cas / charger aki ( Batteray ) otomatis

 Pendahuluan Rangkaian cas aki otomatis adalah solusi teknologi yang cerdas untuk menjaga kesehatan aki kendaraan Anda. Ini dirancang untuk ...